GMNI Halsel : Negara Fokus Covid 19, PT. HPAL Datangkan TKA
Alfian Yunus Ketua DPC GMNI Halsel (Foto: Istimewa)

GMNI Halsel : Negara Fokus Covid 19, PT. HPAL Datangkan TKA

Halsel, Gmni.or.id – PT. Halmahera Persada Lygend (HPAL) telah mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Kecamatan Obi menggunakan kapal kargo secara diam-diam.

Bangsa Indonesia saat Ini telah di uji dengan beredarnya virus covid 19 yang membuat seluruh rakyat Indonesia lebih memilih tetap berada dirumahnya demi menghindari penyebaran virus covid 19 yang semakin hari semakin meningkat pasien yang positif akibat covid 19.

Beberapa hari yang lalu pemerintah pusat telah merilis data covid 19 dengan jumlah kasus positif hingga Senin (13/4/2020) mencapai 4.557 kasus. Ditengah kehidupan masyarakat dalam situasi was-was dan terus melakukan upaya pencegahan atas wabah virus corona yang makin merebak.

Dalam upaya untuk mengatasi hal tersebut pemerintah Indonesia telah mengeluarkan anjuran serta kebijakan kepada seluruh perusahaan-perusahaan di Indonesia supaya terus melakukan pemantauan sejauh mana virus merebak. Lebih lanjut, perusahaan sebaiknya mengkaji kebijakan-kebijakan baru demi kesehatan para pekerjanya.

Terlebih, banyak perusahaan yang tidak memberlakukan sistem cuti sakit berbayar bagi para pekerjanya. Bahkan apabila karyawan diketahui baru memiliki gejala berupa batuk dan sesak nafas, ada baiknya untuk segera merekomendasikan karyawan tersebut melakukan pemeriksaan kesehatan.

Himbauan dan kebijakan yang telah di keluarkan oleh pemerintah untuk para perusahaan dalam mencegah covid-19 agar tidak terjangkit di antara para pekerja ini tidak di indahkan oleh salah satu perusahan pertambangan yang beroperasi di Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara.

Tindakan yang telah dilakukan oleh perusahaan PT. Halmahera Persada Lygend (HPAL) ini akan berdampak negatif bagi masyarakat dalam menghadapi situasi maraknya wabah covid 19 di Maluku Utara dan Kab. Halmahera Selatan serta masyarakat di Kecamatan Obi sehingga masyarakat merasa ketakutan atas kedatangan TKA yang berasal dari China ini.

Kebijakan PT. Halmahera Persada Lygend (HPAL) yang dibawah perusahan induk PT. Harita Group ini telah mengabaikan himbuan pemerintah dalam melakukan pencegah beredarnya virus covid 19.

“Maka dari itu kami mendesak Polres Halsel dan Polda Maluku Utara serta meminta kepada Presiden Ir. Joko Widodo serta Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan agar mengeluarkan sikap tegas untuk menindak PT. Halmahera Persada Lygend (HPAL) dan PT. Harita group yang telah melanggar himbauan serta kebijakan pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid 19,” Kata Alfian Yunus Ketua DPC GMNI Halsel.

Alfian Yunus juga menegaskan apabila masalah ini dibiarkan maka dia menduga pemerintah melindungi para investor asing untuk melakukan penyebaran virus covid 19 yang nyata-nyatanya akan menyebabkan kematian manusia.

Fitrah

Kepala Badan Bidang Informasi Dan Komunikasi DPP GMNI

Leave a Reply