GMNI Kefamenanu Gelar Seminar Peringati Hari Perempuan Internasional
Seminar Memperingati Hari Perempuan International (foto:istimewa)

GMNI Kefamenanu Gelar Seminar Peringati Hari Perempuan Internasional

Timor Tengah, Gmni.or.id – Pemberdayaan perempuan dan tercapainya kesetaraan gender merupakan masalah hak asasi manusia dan ketidakadilan sosial, dan tidak tepat apabila dipersepsikan sebagai isu perempuan saja, karena masalah dan kondisi sosial tersebut merupakan persyaratan dalam proses pembangunan masyarakat yang adil. Kesetaraan akan meningkatkan kemampuan negara untuk berkembang, mengurangi kemiskinan, dan menjalankan pemerintahan secara efektif. Dengan demikian, meningkatkan kesetaraan gender adalah bagian penting dari strategi pembangunan untuk mengartikulasikan kepentingannya.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kefamenanu, menggelar kegiatan seminar terbuka di Aula BAPPELITBANG Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT (07/3/2020).
Kegiatan Seminar dilaksanakan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional atau ‘International Women Day’, yang jatuh pada Tanggal 8 Maret.

Hadir dalam Seminar Memperingati Hari Perempuan internasional Ketua Lembaga Perlindungan Anak Propinsi NTT Veronika Ata,S.H,M.Hum sebagai pemateri, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT Petrus Nahak yang membuka kegiatan seminar. Dan juga dihadiri oleh Organisasi Kepemudaan salah satunya GMKI Cabang Kefamenanu.

“Kegiatan ini kita gagas karena kita melihat banyak rangkaian masalah yang dialami oleh perempuan-perempuan Indoensia. Untuk itu apa yang telah kita buat hari ini dalam menyongsong hari perempuan internasional diharapkan dapat memberikan nilai yang edukatif bagi semua anak bangsa dimana saja berada” Ungkap Ketua Cabang GMNI Kefamenanu Francis C.Ratrigis.
Dalam konteks rill masalah yang saat ini nampak hendaknya perempuan Indonesia berani mengambil sikap untuk berani mengekspresikan dirinya dalam posisi-posisi strategis baik dalam kancah politik dan lain sebagainya.

Dampak dari ketimpangan tata hubungan sosial laki-laki dan perempuan menimbulkan setidaknya 4 (empat) implikasi negatif, yakni : 1. Perempuan sebagai salah satu sumber daya insani pembangunan memiliki kualitas rendah, sehingga tidak memiliki daya saing, akibatnya produktifitasnya rendah; 2. Posisi perempuan jauh tertinggal dibanding laki-laki di seluruh sektor pembangunan politik, pendidikan, ketenagakerjaan, ekonomi, kesehatan, hukum dan pertahanan keamanan; 3. Kehidupan masyarakat baik di lingkungan keluarga dan umum, muncul perilaku kekerasan terhadap perempuan (violence), perdagangan orang (trafiking). Perempuan memiliki beban ganda (double burden), dimana ia terlibat dalam pekerjaan rumah tangga (domestik) dan di sektor publik juga bekerja untuk menambah penghasilan keluarga; 4. Perempuan memiliki akses, peran dan kontrol yang rendah pada semua dimensi pembangunan sehingga hasil pembangunan belum dinikmati secara adil oleh kaum perempuan.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Kefamenanu dalam momentum memperingati hari perempuan internasional ini, turut menyoroti beberapa persoalan yang mana di dalam agenda penyusuan RUU Omnibus Law oleh Pemerintah menyertakan RUU Ketahanan Keluarga sebagai agenda prioritas. Bagi GMNI Cabang Kefamenanu didalam RUU Ketahanan Keluarga tersebut ada beberapa pasal yang menurut GMNI Kefamenanu, Pemerintah terlalu mengatur ranah privasi kehidupan dalam berumah tangga. Oleh karena itu sebelum RUU ini disahkan GMNI Kefamenanu mendesak pemerintah bersama dengan DPR sebagai representasi rakyat Indonesia lebih mempertimbangkanya agar tidak menuai polemik yang berkepanjangan.

Selain itu pula, masalah yang saat ini dialami oleh kaum perempuan yang marak terjadi adalah kekerasan seksual,kekerasan fisik, psikis, penelantaraan dan lain-lain terlalu sering muncul sebagai problem yang masif terjadi. Hal ini mestinya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dapat keluar dari rangkain persoalan ini. Perempuan Indonesia sebagai pilar bangsa hendaknya memiliki komitmen untuk dapat terlibat aktif dalam proses pembangunan bangsa, diberdayakan, diberikan ruang untuk mengaktualisasikan dirinya serta nampu bersaing dalam kancah Nasional maupun internasional.

Fitrah

Kepala Badan Bidang Informasi Dan Komunikasi DPP GMNI

Leave a Reply

Close Menu