Rekonstruksi Kader GmnI UIN Sunan Ampel melalui Hijrah Cinta di Kota Blitar

0
192

Oleh
Aji Cahyono

aji.cahyono96.ac@gmail.com

Jangan berharap apa yang kamu dapatkan ketika hanya  menunggu apa yang kamu dapatkan, akan tetapi bergerak dan berproses dengan sabar, ikhas lan temen di Gerakan ini selagi masih bernafas didalam muka bumi ini sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud sesuai dengan hati nurani. (aji_cahyono99)

Tulisan ini sebagai bentuk terima kasih kepada pihak yang terlibat. saya persembahkan kepada:

  1. Kepada bung Qosam selaku kader GmnI UIN Sunan Ampel Surabaya angkatan ’15 (Sesama Alumni MAN Babat) yang pernah mengajak seorang penulis untuk bergabung didalam barisan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di UIN Sunan Ampel.
  2. Kepada para senior maupun demisioner yang telah memberikan pengajaran sehingga penulis bisa belajar sehingga dapat menghasilkan karya tulisan secara pendekatan ideologis GmnI yang dapat diimplementasikan.
  3. Kepada para perintis maupun alumni GmnI UIN Sunan Ampel Surabaya yang telah memperjuangkan GmnI di UIN Sunan Ampel sehingga GmnI UIN Sunan Ampel masih tetap berdiri di atas bumi untuk menyebarluaskan ajaran ajaran nasionalisme Indonesia di kampus islami.
  4. Kepada kader angkatan ’16 GmnI UIN Sunan Ampel yang telah berproses bersama-sama didalam barisan Gerakan ini pada saat PPAB bersama maupun KTD bersama tahun 2016 di Bumi Tretes, Prigen Kab. Pasuruan yang telah memotivasi penulis untuk belajar dan berproses bersama untuk memperjuangkan amanat dari bung karno di dalam bingkai Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia).
  5. Kepada pemateri dari kader, pengurus Dewan Pimpinan Cabang Surabaya, alumni GmnI  PPAB dan KTD tahun 2016 yang memberikan sumbangsih baik secara pemikiran maupun secara materiil sehingga mampu mengaplikasikan apa yang terkandung di GmnI melalui karya tulis ini.
  6. Kepada peserta Kaderisasi Tingkat Menengah (2018) DPD GmnI Jawa Timur yang mampu memberikan sumbangsih gagasan pemikiran melalui forum diskusi sehingga penulis dapat terinspirasi dengan kelebihan kawan-kawan Kaderisasi Tingkat Menengah yang diselenggarakan di Banyuwangi.
  7. Terima kasih kepada Pengurus Korda terakhir atau DPD GmnI Jawa Timur pertama yang mampu menyelenggarakan Kaderisasi Tingkat Menengah sehingga penulis berkesempatan untuk menjadi peserta.
  8. Terima kasih kepada pemateri Kaderisasi Tingkat Menengah tahun 2018 DPD GmnI Jawa Timur dapat memberikan gagasan keilmuannya baik secara oragnisasi GmnI maupun keilmuan akademis yang pernah digelutinya.
  9. Terima kasih kepada tuan rumah DPC GmnI Banyuwangi yang telah memfasilitasi penulis sehingga penulis dapat berkesempatan untuk mengikuti KTM.
  10. Kepada DPC GmnI Surabaya yang telah mendelegasikan penulis untuk mengikuti Kaderisasi Tingkat Menengah di tahun 2018.
  11. Kepada DPC GmnI Blitar menjadi tuan rumah dalam kegiatan Hijrah Cinta di Kota Blitar dengan sambutan begitu hangat sehingga kawan GmnI UIN Sunan Ampel dapat belajar bersama.
  12. Kepada pendiri GmnI sehingga gerakan ini mampu tetap eksis walaupun dikala itu mengalami degradasi gerakan.
  13. Kepada kedua orang tua yang telah memberikan pelayanan pendidikan berupa financial hingga menjadi mahasisiwa UIN Sunan Ampe sehingga syarat untuk masuk di GmnI harus berstatus sebagai mahasiswa.
  14. Dan terima kasih kepada kader GmnI UIN Sunan Ampel Surabaya, kader GmnI Se-Indonesia yang terlibat dalam kehidupan penulis sehingga mampu menjadikan suatu pembelajaran kepada penulis untuk kedepannya

Dinamika dalam pengimplementasian nilai yang terkandung di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ruang lingkup GmnI UIN Sunan Ampel.

GmnI (Gerakan mahasiswa nasional Indonesia) merupakan organisasi mahasiswa ekstra kampus yang bertujuan untuk menjawab tantangan dalam melatarbelakangi dinamika bangsa Indonesia yang mengalami degradasi moral sehingga di tahun millennial ini mahasiswa banyak yang mendedikasikan diri untuk anti ormek. Dengan adanya GmnI untuk mewadahi dalam ruang lingkup mahasiswa akan sadar dengan rasa cinta tanah air (nasionalisme) sehingga menjadi jawaban yang tepat apabila GmnI mempunyai peran dalam menangkal isu radikalisme Agama atau konservatif dalam agama sehingga menimbulkan suatu perpecahan dalam bangsa Indonesia yang tak dapat disatukan secara kultur.

GmnI UIN Sunan Ampel mempunyai maksud dengan bertujuan mengintegrasikan ideologi antara nasionalisme dan islamisme, sehingga dengan adanya GmnI di UIN Sunan Ampel menjadi tantangan dalam membumikan nasionalisme di bumi kampus 117. Salah satu slogan yang berbahasa Arab (Hubbul Wathon minal Iman)yang bermakna cinta tanah air merupakan bagian dari keimanan) menjadi tolak ukur mengkolaborasikan antara nasionalisme dan Islamisme. Salah satu bentuk implementasi dari kawan GmnI UIN Sunan Ampel dalam mengkolaborasikan nasionalisme dan islamisme adalah dengan adanya hijrah cinta bersama kader GmnI UIN Sunan Ampel berziarah kemakam bung karno sekaligus mengunjungi tempat singgasana bung karno yang berada di  blitar.

Kegiatan hijrah cinta berlangsung pada tanggal 24 -25 januari 2019. Rumusan kegiatan hijrah cinta ke blitar di komando oleh salah satu kader perempuan aset GmnI UIN Sunan Ampel adalah Sarinah Agista (nama famousnya biasanyanya dikenal dengan sarinah gembul). Sarinah gembul merupakan kader angakatan ’18 atau kader baru. Dengan komitmen dan dedikasi sebagai penanggung jawab utama sehingga kegiatan hijrah cinta ke blitar dapat dilaksanakan dengan diikuti oleh kurang lebih sekitar 40 kader GmnI UIN Sunan Ampel yang tergabung oleh 2 komisariat yaitu komisariat Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) maupun komisariat Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dapat berjalan dengan lancar meskipun takdir telah menghendaki dengan berupa hujan rintik – rintik (hujannya orang baper dan bercinta). Kedua komisariat selalu berjalan beriringan seperti halnya seorang ulama mau berdakwah, hal yang paling mendasar sebelum berdakwah adalah memahami atau implementasikan syariat terlebih dahulu meskipun tidak 100% syariat di terapkan.

Pendekatan Marhaenisme dalam Prespektif Hijrah Cinta di Kota Blitar.

Hijrah cinta menjadi suatu kenangan buat kader GmnI UIN Sunan Ampel maupun sebagai inspirasi baik buat kader GmnI se-Indonesia mapun diluar kader GmnI. Dengan semangat gotong royong, semangat mengacu pada azaz GmnI yaitu marhaenisme dapat di implementasikan melalui hijrah cinta. Marhaenisme bukan lagi hal yang bersifat utopis, akan tetapi marhaenisme menjadi hal yang konkret. Statement bahwasanya marhaenisme itu utopis halnya mempunyai paradigma yang sempit.

Implementasi dari suatu marhaenisme dalam prespektif hijrah cinta dapat terealisasikan apabila mengacu dari trisila yang dikemas dari marhaenisme adalah:

  1. Sosio Nasionalisme.

Terdapat dua term yang dapat dipisahkan yaitu sosio dan nasionalisme. Ditinjau secara termologi bahwasanya sosio berasal dari KBBI (berhubungan dengan masyarakat), dan nasionalisme secara terminologi merupakan faham atau ajaran yang mengkaji persoalan rasa cinta tanah air atau mencintai bangsanya sendiri. Implementasi dari sosio nasionalisme dalam prespektif hijrah cinta ke blitar yaitu dengan kujungan di beberapa tempat di sekitar kota blitar yaitu dengan adanya tempat singgahsana bung karno di Istana Gebang. Di istana gebang terdapat peninggalan bersejarah yang diwariskan oleh bung karno di istana gebang dapat dilestarikan. Dan juga peninggalan candi penataran oleh salah satu raja di kerjaan hindu dikala itu yaitu raja majapahit yang bernama Hayam Wuruk (masyarakat penataran). Salah satu peninggalan yang diwariskan oleh para leluhur dengan rasa nasionalisme untuk menjaga dan melestarikan peninggalan yang ada dengan semangat gotong royong dalam melestarikan situs bersejarah yang ada di blitar oleh kalangan masyarakat kota blitar.

2. Sosio-Demokrasi.

Terdapat dua term yang dapat dipisahkan yaitu sosio dan demokrasi. Ditinjau secara termologi bahwasanya sosio berasal dari KBBI (berhubungan dengan masyarakat), dan demokrasi secara etimologis berasal dari dua kata dalam bahasa yunani yaitu Demos artinya rakyat dan Kratein artinya Pemerintahan Demokrasi secara terminologis berarti sebuah sistem pemerintahan dara rakyat oleh rakyat serta untuk rakyat dalam artian pada sistem ini rakyat memegang kekuasaan secara penuh dalam pemerintahan Negara.[1]

Pernyataan yang termuat diatas apabila dianalogikan maupun dikaitkan dengan keorganisasian didalam barisan GmnI UIN Sunan Ampel Surabaya merupakan keputusan maupun kebijakan hanya ditangan kader GmnI tersendiri. Dengan terselenggaranya kegiatan hijrah cinta yang dilaksanakan di Kota Blitar merupakan bentuk manifestasi sosio demokrasi melalui musyawarah mufakat. Musyawarah merupakan forum dimana para kader GmnI UIN Sunan Ampel memberikan gagasan secara ide melalui dialektika bersama-sama untuk mengambil benang merah kegiatan tersebut sehingga menghasilkan kesimpulan yang konkret. Kegiatan hijrah cinta di kota blitar menjadi rekam jejak secara histories. Maka perlu adanaya pendekatan dialektika histories sehingga terlaksana kegiatan hijrah cinta.

3. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Salah satu bagian dari intisari marhaensime adalah dengan adanya ketuhanan yang maha Esa. Pendekatan ini menjadi suatu rujukan bersama secara solutif dengan berkeyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan masing-masing sebagai warga Negara Indonesia yang menganut landasan idiil Negara Indonesia sila pertama dari pancasila. Sebelum masuk di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, kajian yang paling mendasar adalah dengan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila sala satunya sila pertama.

Di sila pertama atau sila ketiga dari trisila azaz marhaenisme menjadi tugas dan tanggung jawab menjadi kader GmnI menurut keyakinan masing-masing. Di GmnI UIN Sunan Ampel basis kader mayoritas menjadi seorang muslim dapat mengimplementasikan nilai-nilai ketuhanan di elaborasikan dengan kultur Islam Nusantara. Pengimplementasian nilai-nilai ketuhanan dalam prespektif hijrah cinta sangat berkaitan. Seperti halnya kegiatan hijrah cinta yang di laksanakan oleh kedua komisariat FSH dan FDK.

Pendekatan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa direalisasikan pada kegiatan hijrah cinta di kota blitar dengan Tawasul kepada Para pendiri bangsa Indoneisa yaitu ke makam Bung Karno (The Founding Father) dengan membacakan Tahlil bersama-sama kader GmnI UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai bentuk rasa terima kasih atas perjuangan bung karno dikala masa sebelum kemerdekaan dan pasca kemerdekaan sebelum dikudeta oleh rezim orde baru.

Salah satu gerakan ini menjadi representasi dari bentuk syukur terhadap Tuhan dan berterima kasih kepada pejuang bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan secara politik maupun kemerdekaan dalam kesejahteraan dan keamanan bangsa Indonesia. Semoga menjadi inspiratif buat kawan-kawan yang mempunyai latarbelakang etnis muslim yang berproses di GmnI menjadi rujukan bersama untuk mengingat kembali jasa beliau dalam barisan Thariqat wal Islamiyah untuk membentuk ukuwah wathoyinah (persatuan Indonesia)

Merdeka!!!

GmnI Jaya!!!

Marhaenmenang!!!


[1] https://brainly.co.id/tugas/1797170 diakses pada tanggal 29 januari 2019 pukul 22.51

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here