DPP GMNI Inisiasi Gerakan Sadar Koperasi

0
386

Dalalm Ideologi marhaenisme Sosio demokrasi terdapat Demokrasi ekonomi dan demokrasi politik, kali ini GMNI melalui Bidan Ekonomi koperasi yang di komando oleh bung Leo liwun berupaya Mengkampanyekan menghidupkan Samangat koperasi Sebagai sistem ekonomi kerakyatan yang di percaya dapat memberikan kemandirian dan kesejateraan kepada masyarakat.

Menurut Bung Leo, Gerakan yang GMNI  lakukan ini adalah suatu panggilan ideologi dan menjadi amanat untuk kita lakukan Selain itu konstitusi kita yakni UUD 1945 terutama pasal 33 sudah memberi amanat kepada bangsa ini bahwa sistem ekonomi kita harus menganut asas demokrasi ekonomi & disusun berdasarkan asas kekeluargaan. “Jadi segala sesuatu mulai dari produksi, distribsi dan konsumsi harus melibatkan masyarakat dan Itu terwujud dalam diri koperasi, tuturnya Saat melakukan audensi Dengan menteri koperasi dan UKM indonesia pada Salasa (12/02) kemarin.

Sementara data Kementerian Koperasi Per 31 desember 2017 sedikitnya ada 153.171 unit koperasi, dengan masih kurangnya minat masyarakat terhadap gerakan koperasi ini makan GMNI menawarkan satu agenda besar yakni Gerakan Sadar Koperasi. 

Bung Leo menambahkan, gerakan ini melibatkan elemen pemuda. Karena kami menyadari bahwa pemuda selalu punya posisi dalam setiap dinamika. “kita ingat 1908 Budi Utomo, 1928 ada sumpah pemuda, Renglas Dengklok 1945, 1998 Reformsi Dan seterusnya. Hari ini GMNI sebagai elemen pemuda dengan spirit yg sama merasa perlu adanya Konsolidasi Ekonomi Kerakyatan dengan jalan kampanye Gerakan Sadar Koperasi.”

Sementara Ketua Umum DPP GMNI Robaytullah K Jaya, Berharap Gerakan Sadar Koperasi ini, menjadi gerakan nasional tidak hanya GMNI sebagai organ taktis tetapi juga pemerintah dan seluruh elemen masyarkat sehingga setigma buruk terhadap koperasi yang hanya di kenal sebagai koperasi simpan pinjam berbunga tidak ada lagi . “Dengen Gersak ini rakyat sadar, termotivasi, dan terlibat dalam koperasi masyarakat akan lebih pintar dan tahu keseluruhan tentang koperasi, koperasi tidak sekedar simpan pinjam berbunga, Maka dengan ini terkonfirmasi apa yg disampaikan bung Hatta bapak Koperasi Indonesia bahwa Koperasi nyata-nyata tidaklah dapat hidup karena banyaknya koperasi tapi koperasi hanya akan hidup bila telah menjadi cita-cita dan perjuangan bangsa ini untuk keluar dari penindsan sistem kapitalis” Ungkap Ketua umum dihadapan Menteri.

Menteri Koperasi dan UKM Kementerian Koperasi mengapresiasi  Gerakan yang dilakukan GMNI, menurutnya berkoordinasi, bekerjasama dan bermitra demi memajukan koperasi. “Kementerian mendukung langkah GMNI dalam agenda besar GERSAK”

lebih dari itu Menteri Koperasi berharap GMNI dapat membentuk Satuan Tugas Pemantau Koperasi Rentenir. “mari kita kawal bersama, kita kenalkan Koperasi sejati ini sesuai dengan yang di amanatkan UDD 1945 dan yang dikenalkan oleh bapak koperasi kita Bung Hatta. Tegas menteri kepada jajaran pengurus DPP GMNI diruang Kementerian Koperasi dan UKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here