Terkait Tindak Repressif Polri Terhadap Aktifis di Balikpapan Ini Sikap DPP GMNI

0
253

mahasiswa di Balikpapan pada hari Senin, 11 Februari 2019 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan ke – 122 tahun berujung pada pemukulan beberapa aktifis mahasiswa oleh pihak kepolisian.

Di dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut berbagai persoalan Kota dapat diselesaikan terutama soal kasus kasus Korupsi yang ada Kota Balikpapan.

Yosep Wahyudi S ( Ketua DPC GMNI Balikpapan) merupakan salah satu bagian dalam pimpinan aksi yang mengalami represifitas dari aparat kepolisian.

Mendapat kabar tersebut, ternyata mengundang respon dari keluarga besar GMNI di seluruh Indonesia yang tidak setuju dan bahkan mengecam tindakan represif dari aparat Kepolisian Balikpapan.

Kehadiran mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dimuka umum dalam hal menyelamatkan kepentingan rakyat semestinya diberikan perhatian dan dukungan dalam bentuk pengawalan aksi dilapangan oleh aparat kepolisian.

” Kami berfikir, selama ini kepolisian sudah merubah pola penanganan kegiatan mahasiswa dalam agenda aksi demonstrasi dengan mengedepankan prinsip-prinsip kemanusian. Ternyata, melalui tindakan yang tidak manusiawi dan tidak bersahabat ini, aparat kepolisian menunjukkan arogansinya dilapangan.

Yosep Wahyudi S adalah simbol GMNI di Balikpapan. Yang dialami beliau saat ini menjadi luka bagi GMNI se-Indonesia. Begitu juga buat rekan-rekan mahasiswa yang tergabung didalam aksi bersama itu, ada teman-teman HMI, GMKI, PMII yang juga menjadi korban dari kebringasan pihak kepolisian. Untuk itu, kami atas nama keluarga besar GMNI meminta agar seluruh mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi dilakukan pemulihan dengan sebaik-baiknya.

Kedua, meminta kepada Kapolri agar meminta maaf kepada seluruh elemen mahasiswa atas tindakan represif kepolisian dilapangan sehingga menimbulkan korban dan mengaburkan tuntutan mulia mahasiswa.

Ketiga, meminta Kapolri agar segera memberikan tindakan tegas terhadap Kapolda dan Kapolres atas kelalaian anggotanya dilapangan,” ungkap Andi Junianto Barus (ketua DPP GMNI bid. Politik dan Keamanan)

Dalam kesempatan yang sama, Andi Junianto Barus juga menghimbau agar seluruh anggota dan kader GMNI tetap memberikan dukungan semangat dan perhatian kepada kader GMNI yang menjadi korban kebringasan kepolisian dilapangan, baik yang ada di Balikpapan dan di daerah lainnya. (Marhaen/rel/suaragarudanews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here