Ikrar Prasetya Korps

Pejuang Pemikir _ Pemikir Pejuang

Kami, anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia adalah Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang Indonesia, dan berdasar pengakuan ini, kami mengaku bahwa:

  1. Kami adalah mahluk ciptaan Tuhan, dan bersumber serta bertaqwa kepada-Nya
  2. Kami adalah warga Negara Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila yang setia kepada cita-cita revolusi 17 Agustus 1945
  3. Kami adalah Pejuang Indonesia yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, lahir dari rakyat yang berjuang dan senantiasa siap sedia berjuang untuk dan bersama rakyat membangun masyarakat Sosialis Indonesia
  4. Kami adalah patriot Indonesia yang percaya pada kekuatan diri sendiri, berjiwa optimis dan dinamis dalam perjuangan, senantiasa bertindak setia kawan kepada sesama kawan seperjuangan
  5. Kami adalah Mahasiswa Indonesia, penuh kesungguhan menuntut ilmu dan pengetahuan yang setinggi-tingginya untuk diabdikan kepada kepentingan rakyat dan kesejahteraan umat manusia.

Berdasarkan pengakuan-pengakuan ini, Demi Kehormatan, kami berjanji akan bersungguhsungguh menjalankan kewajiban untuk mengamalkan semua pengakuan ini dalam karya hidup kami sehari-hari.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati niat dan tekad kami, dengan taufik dan hidayah-Nya serta dengan inayah-Nya.

Merdeka….!!! GMNI, Jaya….!!! Marhaen, Menang….!!!

PENGERTIAN DAN MAKNA DASAR GMNI

Pengertian Dasar GMNI GMNI lahir dengan identitasnya yang hakiki sebagai Organisasi Kader dan Organisasi Perjuangan yang berlandaskan ajaran Soekarno. Karena itu, dalam aktivitasnya terdapat prinsip-prinsip perjuangan yang harus tetap melekat dalam tubuh GMNI dan menjadi dasar perjuangan GMNI, yakni :

a). GMNI berjuang untuk rakyat,

b). GMNI berjuang bersama-sama rakyat.

  1. Makna “Gerakan” Dalam nama GMNI GMNI adalah organisasi Gerakan, yang dilakukan oleh sekelompok manusia dengan status “Mahasiswa”, oleh karena itu GMNI disebut juga sebagai “Student Movement”. Gerakan yang dimaksud adalah suatu upaya atau tindakan yang dilakukan secara terencana dengan tujuan melakukan pembenahan/pembaharuan yang meliputi semua aspek kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain sebagainya, untuk mencapai tujuan perjuangan.
  2. Makna “Mahasiswa” Dalam GMNI GMNI sebagai organisasi mahasiswa sehingga yang dapat menjadi anggota GMNI adalah mereka yang berstatus mahasiswa. Namun demikian, bahwa mahasiswa yang menjadi anggota GMNI adalah mereka yang menyetujui tujuan dan cara perjuangan GMNI.
  3. Makna “Nasional Dalam GMNI GMNI adalah organisasi yang berlingkup nasional. Artinya, bukan organisasi kedaerahan, keagamaan, kesukuan, atau golongan yang bersifat terbatas dan sempit. Makna nasional juga mengandung pengertian bahwa perjuangan GMNI bersifat Kebangsaan/Nasionalisme
  4. Makna “Indonesia” Dalam GMNI GMNI adalah organisasi yang berkedudukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan oleh karenanya, GMNI bertugas dan bertanggung jawab serta mengutamakan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan seluruh elemen pembentuknya terutama kaum Marhaen. “Indonesia” dalam GMNI juga bermakna sebagai simbol identitas GMNI yang berangkat dari proses kebangsaan Indonesia.
  5. Makna “Huruf” pada Penulisan GMNI Huruf “G” dan “I” pada GMNI dengan huruf besar, bahwa aspek Gerakan Indonesia menjadi bagian yang ditonjolkan oleh GMNI. Huruf “m” dan “n” pada GMNI dengan huruf kecil, dalam posisi sejajar sama tinggi dengan huruf lainnya adalah identitas/sifat GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang berfaham kebangsaan (Sosio Nasionalisme), seperti yang diajarkan oleh Bung Karno. Catatan : dalam hal surat menyurat singkatan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ditulis dalam huruf kapital, yakni GMNI.
  6. GMNI sebagai Organisasi Perjuangan Sebagai organisasi perjuangan, maka dalam setiap anggota GMNI melekat jiwa, roh dan semangat sebagai pejuang. GMNI mengutamakan perjuangan yang terorganisir, dan sebagai mahasiswa Marhaenis yang progresif dan revolusioner, GMNI berjuang secara non kooperatif dengan memakai metode machtsvorming dan machtsaweding.
  7. GMNI sebagai Organisasi Kader Sebagai organisasi kader, GMNI sekaligus sebagai organisasi massa, artinya GMNI merupakan wadah pembinaan kader bangsa dan bertugas untuk mempersiapkan kader yang berkualitas dan potensial untuk mengabdi pada bangsa dan negara. Namun kualitas tersebut berkorelasi secara positif dengan kuantitas kader.
  8. Tujuan Perjuangan GMNI Sebagai organisasi perjuangan maka tujuan perjuangan GMNI adalah mewujudkan Indonesia yang berdaulat dibidang Politik, berdikari dibidang Ekonomi dan berkepribadian dalam Budaya. Dan hal itu bisa dicapai apabila Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi dan Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi Nation And Character Building.
  9. GMNI Bersifat Independen GMNI adalah organisasi yang bersifat independen dan berwatak kerakyatan. Artinya, GMNI tidak berafiliasi pada kekuatan politik manapun, dan berdaulat penuh dengan prinsip percaya pada kekuatan diri sendiri. Independensi GMNI tidak berarti netral, sebab GMNI senantiasa proaktif dalam perjuangannya sesuai dengan asas dan doktrin perjuangan yang dimiliki. Namun demikian, GMNI tidak independen dari kaum marhaen dan kepentingan kaum marhaen
  10. Asas dan doktrin perjuangan GMNI Sebagai organisasi perjuangan dan organisasi kader, GMNI mempunyai asas dan doktrin Perjuangan yang menjadi landasanserta penuntun arah perjuangan GMNI. Adapun asas dan doktrin perjuangan GMNI adalah;

Pancasila 1 Juni 1945, yaitu;

a. Kebangsaan atau Nasionalisme

b. Kemanusiaan atau Internasionalisme

c. Mufakat atau Demokrasi

d. Kesejahteraan Sosial

e. Ketuhanan Yang Maha Esa

Pembukaan UUD 1945 “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.” “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah pada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa menghantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.” “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam satu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/perwakilan, serta mewujudkan suatu keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Penjelasan : Pada pembukaan UUD 1945, beberapa hal yang perlu dipahami dan dimaknai seluruh anggota GMNI adalah : – Bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa atas dasar kemanusiaan dan keadilan maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. – Bahwa proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia yang hakiki seperti yang dicita-citakan para founding father masih belum tercapai, sehingga revolusi belum selesai. – Pemerintahan Negara Indonesia sebagai cara untuk mencapai cita-cita perjuangan seperti tersarikan dalam preambule UUD’45 tersebut.

Marhaenisme, yaitu :

a) Sosio Nasionalisme, yang berarti GMNI berfaham nasionalisme, tapi nasionalisme yang memiliki watak sosial, nasionalisme yang ditempatkan diatas nilai-nilai kemanusiaan.

b) Sosio Demokrasi, bahwa GMNI menghendaki demokrasi yang memiliki watak sosial artinya demokrasi politik, tapi juga demokrasi ekonomi, bukan demokrasi cangkokan yang tidak sesuai dengan akar sejarah dan budaya masyarakat Indonesia. Tapi demokrasi yang menyelamatkan seluruh kaum marhaen.

c) Ketuhanan Yang Maha Esa, bahwa GMNI meyakini akan existensi Tuhan, anggota GMNI adalah manusia yang theis.

Pancalogi GMNI, yang terdiri dari :

a) Ideologi ; artinya perjuangan setiap anggota GMNI harus berlandaskan pada ideologi yang dianutnya, yakni Marhaenisme. Ideologi merupakan acuan dasar pokok dalam perumusan format dan pola operasional pergerakan.

b) Revolusi : artinya perjuangan setiap anggota GMNI harus berorentasi pada perubahan nilainilai kemasyarakatan dan susunan masyarakat secara revolusioner. Untuk mencapai tujuan perjuangan. Revolusi bukan berarti pertumpahan darah, dengan cara kekerasan tetapi jauh lebih subtansi, perubahan cara pandang, revolusi pikiran, perubahan secara mendasar.

c) Organisasi : artinya perjuangan GMNI adalah perjuangan yang terorganisir yang dilakukan secara sadar, sesuai dengan ideologi GMNI.

d) Studi : artinya sebagai organisasi mahasiswa maka titik berat perjuangan GMNI terletak pada aspek study dalam rangka meningkatkan bobot intelektualitas, Amanat Penderitaan Rakyat harus menjadi focus pelaksanaan study.

e) Integrasi : artinya perjuangan GMNI senantiasa tidak terlepas dari perjuangan rakyat semesta. Setiap anggota GMNI harus selalu mengambil posisi ditengah-tengah rakyat yang berjuang dan berjuang bersama-sama mereka.